javascript mode is off.. some functions can't work well..

APA KATA FINALIS MAGE 2017?

JUARA 1 KOMPETISI GAME
KATEGORI MAHASISWA

MAGE merupakan salah satu kompetisi nasional yang menarik untuk diikuti. Selain berkompetisi, saya juga mendapatkan pengalaman dan belajar banyak hal. Mengikuti kategori game development MAGE juga sangat menarik. Ditengah sibuknya kuliah, saya bersama tim (tim fragments) , kami harus mengatur waktu agar dapat menyelesaikan game yang dibuat dan alhamdulillah usaha kami mendapatkan hasil yang baik dalam kompetisi MAGE 2017.

Kami juga mendapatkan banyak pelajaran dan masukan yang berharga. Pendapat-pendapat dan saran dari dewan juri kepada kami, kami ambil untuk mengembangkan apa yang akan kami buat kedepannya.

Selain itu kami mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman game developer dari universitas dan institusi lain yang mengikuti perlombaan yang sama. Bersama-sama saling mencoba game yang dibuat dan bertukar pendapat menjadi hal menarik. Dengan bertukar pendapat dan saling berdiskusi tersebut kami mengetahui, masih banyak hal yang belum kami eksplorasi mengenai game development, dan tentunya kami masih dapat belajar lebih banyak lagi.

JUARA 1 KOMPETISI GAME
KATEGORI PELAJAR

Desember 2016, salah satu temanku merekomendasikan sebuah poster, tak lain tak bukan adalah poster MAGE 2017. Kubaca poster tersebut, tidak terlalu tertarik, hingga mataku melirik ke sebuah kalimat, yaitu “free pass Teknik Komputer ITS untuk juara 1”. Saat itu juga dalam hati ini berkata, aku harus ikut kompetisi ini, juara harga mati. Aku tidak punya link ke jurusan penyelenggara, juga tidak punya kenalan di kota penyelenggara. Namun satu yang ku punya, sebuah tekad untuk juara.

Beberapa hari kemudian, ku rekrut 2 temanku yang menurutku berkompeten dan dapat membantu di kompetisi ini. Pada awalnya kami “buta”, tidak tahu akan menciptakan apa untuk event ini dan sepertinya kemenangan bukanlah sebuah opsi. Kami mengerahkan semua yang terbaik, dimulai dari ide konsep karya apa yang akan kami ciptakan. Pada akhirnya kami memutuskan menciptakan sebuah game mobile bertema luar angkasa dengan teknologi Virtual Reality (VR). Meskipun kami belum mempunyai kemampuan untuk membuat game VR sebelumnya, dengan semangat mimpi free pass Teknik Komputer ITS, kami ciptakanlah proposal yang menurut saya sangat “overkill” dan mengantarkan kami ke final MAGE 2017 di Kota Pahlawan Surabaya.

Akhir Februari 2017, kami terbang dari Batam menuju Surabaya. Hari pertama di Surabaya kami manfaatkan untuk mempersiapkan perlengkapan dan memantapkan presentasi. Untunglah ada liaison officer (LO) dari pihak MAGE yang sangat bersedia membantu kami selama di Surabaya.

Keesokan harinya, kami beranjak ke Departemen Teknik Elektro ITS, dijemput oleh pihak panitia MAGE 2017. Itu adalah kali pertama kami menginjakkan kaki di kampus pahlawan. Sesampainya di tempat pelaksanaan, kami mendirikan stand dan memamerkan hasil karya kami ke pengunjung acara. Pengunjung beragam mulai dari mahasiswa, dosen, hingga tamu dari luar. Stand kami relatif ramai, terlihat banyak pengunjung yang antusias ingin mencoba hasil karya VR kami. Tak hanya berinteraksi dengan pengunjung, kami juga bertemu teman-teman baru yang unik, para finalis lainnya. Kita sama-sama saling berbagi cerita dan belajar dari pengalaman masing-masing. Selanjutnya kami mempresentasikan hasil karya kami secara tertutup di depan juri, terlihat juri ada yang antusias, namun ada juga yang skeptis akan hasil karya kami. Namun tetap kami usahakan yang terbaik.

Beberapa jam kemudian digelarlah acara penutup, penganugerahan juara dari tiap-tiap kategori. Alangkah bahagianya kami saat dinyatakan oleh pembawa acara sebagai tidak hanya juara 1 dari kategori game siswa, namun juga sebagai juara umum dari setiap kategori. Namun sayang hanya salah satu dari kami yang akan mendapatkan jalur free pass Teknik Komputer ITS. Dengan berbagai pertimbangan, juri memutuskan bahwa saya lah yang berhak mendapatkan hadiah tersebut.

Dari sini saya belajar bahwa perjuangan memang tidak akan mengkhianati hasil. Apapun yang ingin kamu raih, fokuslah pada tujuan utama dan kesampingkan hal-hal yang tidak terlalu bermanfaat. Perjalanan jauh kami dari Batam hingga Surabaya terbayar sudah. Jika bukan karena MAGE 2017, mungkin saya sekarang tidak akan bisa berada disini, berkuliah di kampus impian, kampus pahlawan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.